Dear Kekasih,
Ingatkah kau bagaimana Tuhan merencanakan pertemuan kita, dimana kita tidak saling mengenal satu sama lain dan kau menyapaku seakan aku adalah teman lamamu yang sudah lama tidak saling contact denganmu.
Ingatkah kau bagaimana perasaan malu itu menyelubungi kita, kau salah tingkah tak menentu sedangkan aku hanya tersenyum menatapmu.
Ingatkah kau bagaimana kisah selanjutnya setelah pertemuan itu?
Hai Kekasih,
Sedikitpun aku tak pernah melupakan kenangan itu, kenangan yang membuat hati kita bertaut.
Entahlah, apakah memang itu yang direncanakan Tuhan karena saat itu aku hanya berharap kepada Tuhan, "Kalau memang kau adalah orang yang salah bagiku, aku tidak ingin dipertemukan dengan yang benar."
*ngutip dari catatan seseorang*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar